Senin, 07 Desember 2015

Rindu

Bahumu, masih ku ingat bahu tegap dan gagah itu.
Masih selalu kurindui dari terakhir perjumpaan kita.
Walau aku tau, terakhir berjumpa itu pahitnya akhir kisah kita.
Bahumu, masih terasa menempel didahiku.
Terakhir aku bersandar penuh kepedihan meluapkan segala rindu yang akan aku tuai setelah perpisahan.
Bahumu, terakhir ku tatap lalu berlalu bersama pedihku.

Aku benar benar rinduuu, aku benar benar merindumu.
Tanpa kusadari bayangmu selalu hadir dihari hariku.
Tidak hanya senyummu. Seluruh bagian wajahmu masih melekat pekat menyatu dalam fikiranku.

Aku merindumu. Lagi lagi rindu yang menggangguku.
Ada banyak hal yang aku rindukan tentangmu, bahkan bukan hnya aku yg merindumu. Kapan kau datang lagi menjenguk hatiku yg sudah kau luluh lantahkan? Ha berharap cuma satu satunya yang aku rasakan kali ini.

Bukan hanya aku yang merindumu.
Hingga harapan sahabatku untuk menemukan sosokmu didalam kandungannya. Wajahmu terlalu tampan dan rupawan.
TUbuh gagahmu terlalu menggoda ditiap pelukan.
Aromamu meluluhkan hatiku yang kadang sekeras batu.
Kau rindukuuu. Kau benar benar mengganggu pikiranku.

Aaaaaaaaaaaaa ingin aku menghamburkan diri ke tiap sentuhanmu, sentuhan yang jika ku ingat memilukan hatiku.
Kamuuuu cuma kamuuuu yang kali ini berada difikiranku.
Kembali 1hari saja bersamaku. Menikmati hari seperti duluuu kita menikmati hari hari dengan tawa bahagia.
Sekarang yg tersisa hanya pahit dan kepedihan.
MEnyakitkan namun harus ku lewati. PEdih namun harus kunikmati..

Rinduuuuuuuuuuuuuuuu tolong aku. Tolong kali ini menjauh dr hidupku.
Mengapa kau hanya menggangguku, mengapaa kau melabui hatiku. Mengapa hanya aku?
Mengapa kau tidak mengganggunya dengan merindukankuuuu.
Ku mohon rindu pergi temui dia dan ungkapkan semua keluh kesahkuuu. Dengan rindukuuuu. BEritahu dia senua penderitaanku mengenangnya.
Buat dia merasakan pedih yg kurasakan.
Buat dia menderita karna mu rindu yg menggangguku tanpa jeda dan suara.

Rabu, 07 Oktober 2015

Cinta? Rindu? Atau benci?

Cinta? Sebuah kilauan hati yang kadang tak aku mengerti artinya.
Aku mengela nafas membayangkan cinta yang katanya tulus namun ku rasa bulus.
Cinta? Hanya sebuah kata yang ku anggap nyata namun penuh luka.
Aku memejamkan mata menganggap pedih itu nikmat, sebuah tipu dayaku menyenangkan hatiku.
Cinta? Cuma dia yang bisa menyatukan 2 hati penuh kepalsuan.
Aku masih tak percaya sampai detik ini pada cinta.

Rindu? Sebuah kata yang terucap dr bibir ke bibir.
Membuat tangis atau senyum bahagia. Terukir kenangan melewati waktu.
Rindu? Sebuah rangkaian kehidupan yang telah terlewati tau yang akan dilewati.
Rindu? Sebuah perasaan ingin jumpa ingin mengulang ingin mengukir kenangan yang pasti kenangan indah tanpa si luka.

Atau benci? Benci? Benci?
Kata yang terucap berkali kali saat hati mulai merasakan luka. Muai terucap berkali kali saat hati mulai gundah.
Benci aku benci dengan keadaan. Aah rasanya aku mulai terbawa kata benci saat mengetiknya.
Hawa panas dari kata benci membuatku tak berdaya merasakan gelora amarah.
Cinta dan rindu akan kalah dengan kata benci.
Kamu sederhana namun melukai.
Ada suara menyilaukan yang tak mampu terucap ribuan kali dan takkan tergantikan oleh benci. Yaitu KAMU! Haha :)0